Dialektika Budaya

Wuihhh… serem amir judulnya yak.. 😀 hehe, biar keliatan serius ! Jaman dahulu kala, bentuk negara kita adalah kerajaan, dari jaman kutai kertanegara bahkan sampai jaman kolonialisme belanda, dengan kultur feodalismenya yang begitu kental. Nah, kultur feodalisme ini tentunya tidak memuaskan semua pihak. Karena pengaruh tingkat pendidikan dari beberapa tokoh, yang sempat mengenyam pendidikan tinggi, akhirnya masuklah dua “budaya besar” yang saling berhadap-hadapan, yaitu, “budaya barat” yang banyak mempengaruhi orang-orang yg sok modern dan, sok mapan, dengan paham liberalismenya, termasuk demokrasi yang katanya adalah sistem ketata negaraan yg paling modern, dan paling tepat utk jaman modern, negara amerika sebagai kiblatnya. Dan di sisi lain, paham “komunisme” ( saya gak memasukkan “sosialis” karena kata penganutnya beda ), yang sangat mempengaruhi orang-orang yang “sok miskin” dan “anti kemapanan”, mereka biasa disebut dengan “sayap kiri”, dengan kiblat cina dan rusia. Dan, pada masa kini pemenangnya adalah….. “budaya barat”, karena kita sangat takut dikatakan “tidak modern” dan “tidak mapan” maka, sebagian kita ( bahkan secara membabi buta ) sangat mengagumi apa2 yang dari barat, KENAPA? karena kita orang “timur”, lah kok… Padahal, kalo kita cermati, justru mereka sangat mengagumi kita ( orang timur ), buktinya, mereka rela berpanas-panas, berjemur di bawah terik matahari, sambil bertelanjang badan lagi… untuk apa? Biar kulit mereka kayak kita, yang mereka bilang “eksotis”. Tapi anehnya, dan ini lucu sekali ( sambil ketawa-ketiwi sendiri 😀 ), karena begitu kagumnya kita sama mereka, banyak dari kita ikut2 an kebiasaan mereka, berjemur di pantai, juga dengan bertelanjang badan… untuk apa? #gosong..! 😀 Serius amat.. jangan terlalu serius, bisa #kentir… Valuenya adalah, #Be_Yourself , udah itu aja.. !

Advertisements
Standard