Kenapa PAYTREN ?

Mungkin ada temen-temen yang agak heran, kenapa belakangan saya begitu getol memperkenalkan salah satu aplikasi besutan perusahaan milik Ust. Yusuf Mansur ?  Paytren, ada apanya sih ? Apa bedanya sama aplikasi-aplikasi di luaran sana ?  Tentunya bukan tanpa alasan, saya gencar memperkenalkan aplikasi Paytren, karena saya sendiri merasakan manfaatnya, meski belum terlalu lama saya memakainya, untuk kebutuhan sendiri, sangat mudah dan  praktis. 

Memang, banyak aplikasi yg menawarkan kemudahan dan kepraktisan, termasuk aplikasi mobile banking dari beberapa bank ternama, saya sendiri memakai BN* mobile, tapi keuntungan apa yang kita dapatkan selain hanya bayar-bayar / beli-beli ?  Paytren memberikan #cashback dari setiap transaksi bayar-bayar / beli-beli yang kita lakukan plus bonus-bonus, kalo kita mau sedikit kangelan.. bahasa Indonesianya kangelan apa ya..? hehe.. mau sedikit berusaha mengembangkan jaringan, menjual serial number aplikasi, bonus-bonus menanti.. 😉 Jadi selain kemudahan dan kepraktisan, Paytren juga menawarkan keuntungan dan penghematan, Paytren juga menberikan solusi merubah pengeluaran-pengeluaran rutin kita, menjadi sumber penghasilan / passive income.. ! Ini yang mungkin tidak ditawarkan aplikasi-aplikasi lain, dan tentunya karena manfaat-manfaat ini yang saya merasa perlu untuk terus memperkenalkan  Paytren ke teman-teman.. 🙂

Yang kadang membuat saya gagal paham adalah, ketika beberapa temen mundur teratur karena angka 350 ribu untuk membeli serial number, mahal katanya… WHAT ? Coba kita berhitung, dalam 1 tahun ada 360 hari, itu artinya nilai serial number Paytren gak lebih dari 1000 perak per hari,  padahal kita hanya BAYAR SEKALI, BERLAKU UNTUK SEUMUR HIDUP, jadi tolong bikin saya paham ya.. mahal dari mana ?

https://paytren.online/akusara0312

Standard

Surat kepada Tuhan

Dengan hormat,

Maaf, to the point, hikmah urusan nanti, tapi saat ini anak isteri butuh makan, spp sekolah anak2 harus dibayar, listrik butuh pulsa… dan gak tahu apalagi, boleh kasbon rejeki..?

Hormat saya

MahlukMu

Standard

Catatan Kecil Untuk Anak-anakku

LBC-CLASSIC

Anak-anakku, maafkan papa

Perpisahan ini telah melukai hati kalian

Tanpa memberi kalian pilihan,

Menghancurkan kebahagiaan kalian

Karena sesuatu yang tidak pernah kalian lakukan

Hanya ego dan kebodohan kami, orang tua kalian

Maafkan papa…

Andaikan kalian tahu, penyesalan yang terus menghujam,

Atas semua yang terjadi, yg telah membuat kalian terluka

Andai tiap tetes air mata ini mampu bicara,

Betapa hancur hati ini, melihat kepolosan tatap mata kalian,

Papa sering termanggu memandangi potret kalian dengan perasaan hampa

Tiap detik, tiap waktu bayang2 kalian selalu hadir di pelupuk mata

Masih terus terdengar suara canda tawa kalian,

Terasa perih dan pedih di hati, saat papa sadari, kalian jauh di sana

Canda tawa anak-anak kecil di luar semakin membuat hati papa tersiksa

Karena teringat kalian, sedang apa kalian di sana…

Rumah ini terasa kosong dan dingin tanpa kalian,

Papa hanya bisa memandangi kamar kosong kalian, dengan kegetiran hati yang tak mampu papa ungkapkan, hanya tetes air mata yang terus membasah

Anak-anakku, saat ini kalian masih terlalu kecil untuk bisa memahami

Bahwa, sebenarnya tak satupun dari kami mengharapkan perpisahan ini,

Tapi ada batas dan beda yang teramat besar di hati kami,

Yang tak mampu kami taklukkan,

Yang menjadi jurang pemisah yang teramat dalam bagi hati kami untuk bersatu

Meski bertahun-tahun kami hidup bersama, kami telah mencoba untuk bertahan demi kalian, walau akhirnya kami harus menyerah, pahit memang…

Tapi ini kenyataan yang harus kami terima,

Mungkin seiring waktu kalian akan mampu memahaminya

Tapi percayalah anak-anakku, cinta dan kasih sayang papa pada kalian adalah abadi

Dan akan terus tumbuh subur di hati ini, sampai ajal menjemput

Papa hanya ingin minta satu hal dari kalian,

Ijinkan papa mengembalikan senyum dan tawa ceria di wajah kalian,

Meski tak lagi sempurna, beri papa kesempatan,

Karena hidup papa hanya untuk kebahagiaan kalian,

Papa akan selalu ada untuk kalian, jangan pernah kalian ragukan itu…

 


Jepara, 9 Desember 2015

Standard

SURAT TERBUKA Untuk Bapak Menag Lukman Hakim Saifuddin

Yth. Bapak Menag Lukman Hakim Saifuddin,

Assalamu’alaikum Wr Wb,

Sebelumnya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelancangan saya menulis Surat Terbuka ini. Saya, bagian dari rakyat Indonesia, Alhamdulillah seorang muslim dan, terus belajar untuk menjadi seorang muslim yang kaffah.

Hari ini, saya tergelitik dengan berita yang disajikan Republika Online, yang berisi klarifikasi bapak tentang Islam Nusantara >> http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/15/07/08/nr5w1h-ini-klarifikasi-menag-tentang-islam-nusantara  Bukan maksud saya untuk berpolemik tentang Islam nusantara, seperti yang disarankan oleh bapak ketua PBNU, mungkin karena kebodohan saya, klarifikasi bapak justru membuat saya bingung, sebagai seorang muslim dan awam, maka ijinkan saya untuk memberikan beberapa pertanyaan untuk bapak, yang mungkin akan saya jawab sendiri, jika bapak berkenan, mohon tanggapan bapak, agar saya lebih yakin dan mantab, karena menurut pandangan saya, keIslaman bapak tentunya jauuuuhhh di atas saya yang awam :

1. APA ISLAM ? Dari yang pernah diajarkan guru agama dan ustad pada saya, Islam adalah agama samawi, yang diturunkan oleh Allah, untuk SEMUA UMAT MANUSIA, dan memberi rahmat untuk seluruh alam ( rahmatan lil alamin ),  melalui nabi2 dan rasul2 Nya, benar begitu pak?

2. Jika bapak setuju dengan poin (1), maka ISLAM adalah ISLAM, ISLAM bukan BUDAYA ARAB, karena bukan orang arab yang menciptakan Islam, tapi ALLAH dan hanya ALLAH, betul pak? Ada pernyataan bapak yang mengusik saya, masih dari klarifikasi bapak mengenai Islam nusantara,

“Bagaimana nilai-nilai Islam ini terkait dengan penyikapan terhadap perempuan, misalnya. Yang tidak sama jika diterapkan di wilayah lain. Bagaimana nilai-nilai islam menyikapi perbedaan yang ada. Bahkan terhadap perbedaan yang bisa masuk kategori akidah lalu kemudian mengusik atau merampas hak-hak mereka,”

Yang bisa saya tangkap dari pernyataan bapak di atas adalah, bahkan akidah agama ( Islam )pun bisa disesuaikan dengan ‘muatan lokal’ ( baca : budaya daerah setempat ), kalau itu kaitannya dengan perempuan, apakah maksud pernyataan bapak adalah hijab, pakaian untuk wanita muslimah?  Pakaian, dalam konteks Islam adalah untuk menutup AURAT, baik bagi muslim laki-laki, maupun muslim perempuan, betul pak? Dan AURAT sudah sangat gamblang dijelaskan dalam Islam batas-batasnya untuk muslim perempuan maupun muslim laki-laki. Untuk batas-batas aurat, tidak perlu saya bahas di sini, hal itu sudah diajarkan dalam pelajaran agama Islam, sejak SD. INTINYA  adalah, FUNGSI dari pakaian, baik untuk perempuan maupun laki-laki adalah untuk MENUTUP AURAT. Apapun bangsa dan budaya kita, termasuk pakaian tradisional yang menjadi bagian dari budaya lokal, selama pakaian itu sudah sesuai dengan syariat Islam, dan mampu menutup aurat, sebagaimana fungsi pakaian menurut syariat Islam, tentu saja diperbolehkan dalam Islam. Perlu saya garis bawahi, HIJAB adalah ajaran Islam, BUKAN pakaian tradisional perempuan arab ! maka, HIJAB jangan diartikan ARABISASI yang ‘tidak sesuai’ dengan budaya lokal kita, apalagi “mengusik dan merampas hak-hak mereka (perempuan) !” Jadi, saya merasa aneh saja, seorang muslim, seorang menteri agama seperti bapak, membuat pernyataan seperti itu. Manusialah ( baca: budaya ) yang harus menyesuaikan / mengikuti ajaran / syariat Islam, BUKAN sebaliknya, ajaran / akidah / syariat Islam yang harus mengikuti / menyesuaikan dengan budaya ( manusia ). BUKANKAH Islam diturunkan oleh Allah, untuk mengatur hidup dan kehidupan manusia pak? Artinya, manusialah yang harus mengikuti ajaran2 / syariat / akidah Islam, bukan sebaliknya !  Tapi, Allah memberi KEBEBASAN umat manusia, untuk memilih jalan hidupnya, apakah mau mengikuti jalan Allah, yang sudah digariskan dalam agama Islam, atau mengikuti jalannya sendiri? Tentunya apapun jalan hidup yang dipilih manusia, semua ada konsekwensinya.

3. Apakah klarifikasi bapak, sebagai bentuk pembelaan terhadap JIN ( Jemaat Islam Nusantara ) ? >> http://www.suara-islam.com/read/index/14628/Jemaat-Islam-Nusantara–JIN—Paham-Sesat-Menyesatkan 

Saya sangat paham posisi bapak sebagai menteri, pembantu presiden dan, saya tahu, presiden sudah mempromosikan Islam nusantara ke dunia, termasuk mengundang jemaatnya ke istana dan, didukung oleh bapak ketua PBNU >> http://www.muktamarnu.com/ketua-umum-pbnu-jelaskan-makna-islam-nusantara.html

maka bapak harus mendukung kebijakan presiden. Kalo Islam nusantara dijadikan presiden sebagai bentuk ‘promosi’ untuk menarik simpati dunia, karena ‘stigma’ Islam adalah ‘teroris’ dan presiden ingin menepis itu, saya acungin jempol, berhasil ! Dunia menganggap Islam di Indonesia berbeda, bapak bangga..? Maaf, saya pribadi TIDAK BANGGA ! menurut saya, kita berISLAM untuk menarik simpati ALLAH, bukan menarik simpati manusia lain pun dunia ! Saya tidak mendukung kekerasan yang dilakukan saudara-saudara kita sesama muslim di luar sana, tapi itu bukan alasan bagi kita untuk membuat ‘divisi’ Islam tersendiri, mengikuti aturan kita sendiri, agar tidak dicap dunia sebagai TERORIS..???!!  Kalo kita bicara ‘teroris’, apa yang terjadi dengan pengungsi muslim rohingya bukan bentuk teror? dan penguasa setempat tidak bisa dikatakan sebagai teroris karena mereka bukan muslim? tidak berjenggot..? Apakah menurut bapak ini adil ? Apakah bapak tega mengorbankan dan menggadaikan Islam untuk ‘menyenangkan’ atasan bapak, demi kedudukan bapak? Tidak usah dijawab pertanyaan saya ini pak, MOHON lepaskan sejenak atribut bapak sebagai menteri, pakai ‘pakaian’ ISLAM, lalu tanya pada nurani bapak sendiri… Tolong, jangan ajari kami untuk menjadi muslim pengecut pak !

Menurut saya, Islam nusantara adalah BULLSHIT ! pembodohan luar biasa terhadap umat Islam di Indonesia.. ! Apa hak kita ‘memaksa’ Islam untuk menyesuaikan dengan ‘muatan lokal’ yang disebut ‘budaya nusantara’ ? UU dan PERATURAN boleh dan bisa direvisi, disesuaikan dengan situasi dan kondisi terkini, karena UU dan PERATURAN dibuat oleh manusia pada masa / jaman yang berbeda, yang mungkin sudah tidak sesuai lagi dengan situasi dan kondisi terkini.  Tapi agama ( baca: Islam ) tidak dibuat oleh manusia, kalo bapak setuju dengan pertanyaan saya poin (1), apakah kita merasa ilmu kita melebihi ILMU ALLAH ? sehingga kita merasa punya hak untuk merevisi, memilah dan memilih, menyesuaikan ajaran2 agama ( Islam ), disesuaikan dengan kemauan kita sendiri, dengan mengatas namakan BUDAYA ? Dengan kata lain, apakah kita merasa lebih tahu kebutuhan kita dibanding ALLAH ?  Sebenarnya simpel saja pak, Allah memberi petunjuk umat manusia melalui agama Islam, kita mau ikut silahkan, tidak juga Allah tidak memaksa, bebas.. ! Kalo merasa Islam tidak sesuai dengan kemauan kita, ya tinggalkan saja, pilih agama lain yang kita anggap lebih sesuai, atau kalo perlu, bikin agama baru, JANGAN usik dan utak atik agama ISLAM ! karena ISLAM diturunkan oleh Allah untuk seluruh umat manusia, penghuni bumi, bukan hanya untuk orang Indonesia saja dan TIDAK ADA KEPENTINGAN Allah di dalamnya, semua untuk kepentingan dan kebaikan manusia sendiri, sebagai pembeda manusia dengan mahluk Allah yang lain.

Kalo masih mau ‘merevisi’ ISLAM, harusnya ALLAH diundang pak, atau nunggu bapak ‘dipanggil’ ALLAH, untuk mendiskusikannya, karena HANYA ALLAH yang berhak atas ISLAM, kita manusia hanya punya pilihan, mengambil ISLAM sebagai WAY OF LIFE kita, atau pakai pedoman hidup yang lain ? SIMPLE kan pak… ?

Wassalamu’alaikum Wr Wb.

Standard

Ada Ramadhan Di Mata Kalian

AdaRamadhanDiMataKalian

Ternyata, hikmah itu tidak harus kita cari ke barat dan ke timur, atau ke utara dan ke selatan, apalagi harus nyepi ke gua keramat, nggak lah ! Tapi hikmah itu, bisa datang dari hal yang paling sederhana, dari keseharian kita, mungkin sepele bagi orang lain, tanpa harus kita cari-cari, asal kita mampu melihatnya, dengan hati…

Hari ini, aku berikan mobil2 mainan itu, hadiah dari rekan bisnisku untuk anak2, setelah tiga tahun lebih aku simpan untuk mereka, karena pada saat itu anak2 masih sangat kecil, jadi aku harus menunggu saat yg tepat, ketika mereka aku anggap sudah cukup umur, dan mengerti bagaimana cara memainkannya. Kadang, dalam hal-hal tertentu, sebagai orang tua kita lebih paham apa yang dibutuhkan anak2 dan kapan, dibanding anak2 itu sendiri, yang kadang hanya paham apa yang mereka inginkan ! 

Sebagaimana kita mungkin hanya paham apa yang kita inginkan saat ini, tapi Allah lebih paham apa yang kita butuhkan dan kapan, maka Allah menyimpan yang terbaik untuk kita, sampai pada saat yang tepat kita akan menerimanya dengan penuh kebahagian, dan bersyukur pada Nya, sama seperti kebahagiaan yang terpancar dari mata anak2 ku hari ini, dan ucap “terima kasih papah..” dari mulut2 mungil mereka.

Mungkin, saat kita berpikir Allah telah meninggalkan kita, ketika kita sedang ditimpa banyak kesulitan dan masalah, percayalah Allah hanya tersenyum memandangi kita, dan berucap “tunggulah pada saat yang tepat, engkau akan mendapatkan apa yg lebih engkau butuhkan hamba Ku..”

Yaa Allah, ampuni hambaMu yang telah berburuk sangka padaMu, terimakasih anak2ku, kalian telah mengajari papa kalian yang bodoh ini, sebuah hikmah yang luar biasa besar dan sangat bermakna, kalian telah mengembalikan papa kalian ke jalan Allah…

Selalu ada hikmah dari hal yang paling kecil sekalipun, dari keseharian kita, selama kita mau menerima kebenarannya, dengan hati… Insya Allah.

Standard

12 Alasan Kenapa Bangga Dipimpin Bpk. Ir. H. Joko Widodo

Lebih kurang 8 Bulan masa pemerintahan bapak presiden ir. h. joko widodo, saya sadar, mungkin selama ini saya salah menilai beliau. Ternyata sudah banyak hal yg dicapai dan, ini adalah 12 alasan, kenapa kita harus BANGGA dipimpin beliau :

1. Pada masa2 awal pemerintahannya, beliau terbukti mampu meningkatkan ekonomi rakyat, peningkatan pendapatan perkapita dan, daya beli rakyat, maka beliau dengan sangat bijaksana mencabut SUBSIDI bbm untuk rakyat, ini menunjukkan beliau sangat paham dengan kondisi rakyatnya.

2. bpk. presiden ir. h. joko widodo juga telah membuktikan bahwa, beliau seorang pemimpin yg memiliki kejelasan sikap. ini dibuktikan dengan, dilepaskannya harga bbm ke mekanisme pasar global. Ini menunjukkan sikap beliau yg sangat jelas 100% asli #LIBERAL #KAPITALIS.

3. beliau juga seorang pemimpin yg CERDAS, contoh konkrit, beiau bisa tanda tangan dokumen resmi negara, TANPA membacanya terlebih dahulu.

4. bpk. presiden ir. joko widodo ternyata juga seorang yg rendah diri..eh maaf, maksud saya rendah hati, sehingga beliau ikhlas didegradasikan partai pengusungnya sendiri, hanya sebagai #PetugasPartai

5. Beiau juga sangat paham arti persahabatan dan hubungan bilateral yang sangat erat. Ketika beberapa negara tetangga, seperti taiwan, pilipina dll pasang kuda-kuda terhadap bahaya invasi cina, kita justru semakin mesra dengan cina dan atas cinta mati beliau pd cina ini, cina menghadiahi kita beras plastik.

6. beliau juga ternyata seorang pemimpin karismatik yang sangat membius, terbukti taksatupun parpol yg secara tegas memposisikan diri sebagai OPOSISI, termasuk KMP.

7. sebagai peimimpin, terbukti beliau mampu menjaga DINAMIKA poitik, dengan banyaknya kegaduhan dan kisruh2 politik, dari penetapan kapolri, kisrruh KPK-POLRI, kisruh partai GOLKAR dan PPP, sampai kisruh PSSI yg ditimbulkan menteri kabinet beliau. kisruh2 ini yg bikin negara rame dan dinamis, “gak ada lo gak rame..!” haha

8. dari sektor ekonomi dan keuangan, beliau terbukti mampu secara konsisten menjaga penurunan nilai rupiah terhadap dollar.

9. beliau juga seorang pemimpin yang sangat mendukung kesetaraan gender? dengan menunjuk ibu2 menjadi anggota pansel KPK.

10. sebagai pemimpin, beliau juga punya empati yg sangat tinggi terhadap kesulitan rakyatnya, maka beliau mengajak petani2 di jatim berfoto dengan traktor, yang kemudian diangkut lagi.

11. beliau juga terbukti menumbuh kembangkan ekonomi kreatif, dengan mengundang sekelompok orang yg membaca AL QUR’AN diiringi GAMELAN JAWA ke istana. penistaan A Quran dan Islam? gaklah, nyatanya alim ulama dan MUI diam saja…

12. kecerdasan beliau dibuktikan lagi, dengan mengajak makan2 dan foto2 mahasiswa yg semula mau demo, jadi lupa tuh.. mau ngapain?

sebetulnya mungkin masih banyak kalo mau diuraikan lagi, tapi cape nulisnya, monggo.. silahkan kalo ada yg mau nambahin.  Saya menulis ini, sebagai bentuk ‘penyesalan’ bahwa, jokowi memang seorang ‘nabi’ yg harus selalu dipuja2, sudah bukan waktunya lagi mengkritisi beliau…

Standard