BROSUR, DAFTAR HARGA KUSEN ALUMINIUM KACA JENDELA DAN PINTU YKK, ALEXINDO TERBARU

Good ref.

CV.SUKSES MANDIRI TEKNIK, Siap Melayani Dimana Pun Anda Berada....

BROSUR, DAFTAR HARGA KUSEN ALUMINIUM KACA JENDELA DAN PINTU YKK, ALEXINDO TERBARU

Kami melayani Penjualan, Pemasangan dan Service Kusen / Partisi Aluminium dengan Harga Ekonomis,
Kompetetif, Artistik dan Bergaransi….
Dengan menggunakan Bahan Dasar berbagai Merk, Warna maupun Ukuran
( Sesuai Permintaan / Spesifikasi )
Sangat cocok untuk ;
~ Rumah
~ Kantor ( Ruko, Gedung )
~ Show Room
~ Pabrik
~ Dll
   
 
” Berapa Harga Kusen Aluminium Kaca ? “
Demikian yang sering konsumen kami tanyakan…..
Dan kami mengatakan :
“Berapa Ukuran Lokasi yang mau dipasang kusen dan kaca nya pak ?

Konsumen : 
” Wah belum saya ukur pak…!”
 
Jawab kami :  
Untuk memperkirakan biaya pemasangan Kusen Aluminium dan Kaca harus diketahui dahulu ukurannya, warna & modelnya.
 
Berikut ini cara menghitung biaya Kusen Aluminium dan Kaca :
Dari gambar diatas kita ketahui Lebar dan Tingginya adalah 301(L) X 260 (T)
 
Maka kita…

View original post 1,608 more words

Standard

Dialektika Budaya

Wuihhh… serem amir judulnya yak.. 😀 hehe, biar keliatan serius ! Jaman dahulu kala, bentuk negara kita adalah kerajaan, dari jaman kutai kertanegara bahkan sampai jaman kolonialisme belanda, dengan kultur feodalismenya yang begitu kental. Nah, kultur feodalisme ini tentunya tidak memuaskan semua pihak. Karena pengaruh tingkat pendidikan dari beberapa tokoh, yang sempat mengenyam pendidikan tinggi, akhirnya masuklah dua “budaya besar” yang saling berhadap-hadapan, yaitu, “budaya barat” yang banyak mempengaruhi orang-orang yg sok modern dan, sok mapan, dengan paham liberalismenya, termasuk demokrasi yang katanya adalah sistem ketata negaraan yg paling modern, dan paling tepat utk jaman modern, negara amerika sebagai kiblatnya. Dan di sisi lain, paham “komunisme” ( saya gak memasukkan “sosialis” karena kata penganutnya beda ), yang sangat mempengaruhi orang-orang yang “sok miskin” dan “anti kemapanan”, mereka biasa disebut dengan “sayap kiri”, dengan kiblat cina dan rusia. Dan, pada masa kini pemenangnya adalah….. “budaya barat”, karena kita sangat takut dikatakan “tidak modern” dan “tidak mapan” maka, sebagian kita ( bahkan secara membabi buta ) sangat mengagumi apa2 yang dari barat, KENAPA? karena kita orang “timur”, lah kok… Padahal, kalo kita cermati, justru mereka sangat mengagumi kita ( orang timur ), buktinya, mereka rela berpanas-panas, berjemur di bawah terik matahari, sambil bertelanjang badan lagi… untuk apa? Biar kulit mereka kayak kita, yang mereka bilang “eksotis”. Tapi anehnya, dan ini lucu sekali ( sambil ketawa-ketiwi sendiri 😀 ), karena begitu kagumnya kita sama mereka, banyak dari kita ikut2 an kebiasaan mereka, berjemur di pantai, juga dengan bertelanjang badan… untuk apa? #gosong..! 😀 Serius amat.. jangan terlalu serius, bisa #kentir… Valuenya adalah, #Be_Yourself , udah itu aja.. !

Standard

Kaaba Tiles (more questions than answers)

Should be the last mission before my last breath, inya Allah, amien..

I've got some art stuck in my eye

Ever since my recent visit to Istanbul, Kaaba tiles have been swirling around in my mind. I first discovered them during a trip to Turkey two years ago, when I thought that I’d get home and look them up on the magical interwebs and find information and images to sift through to my heart’s delight. Not so much. Before we go further, here’s one, from the Mosque of Rustem Pasa (in Istanbul):

Turkey 0812 1188 Kaaba tile, Mosque of Rustem Pasa, Istanbul

Just look at it for a minute – see the Kaaba (the black rectangle) in the middle? See the minarets around the outside? See how there are six? Well, a seventh one was added to the actual mosque that surrounds the Kaaba after the Blue Mosque (Mosque of Sultan Ahmed) in Istanbul was built with six minarets. Of course, the mosque at Mecca, the center of Islam, had to have one more…

View original post 632 more words

Standard

Mendekatkan Yang Jauh, Dan Menjauhkan Yang Dekat

KENAPA Komunikasi? Manusia adalah mahluk individu, sekaligus juga mahluk sosial, karena dalam penciptaannya pun, manusia diciptakan Tuhan berpasang-pasangan ( jadi, bagi yang sampai saat ini masih jomblo, jangan berkecil hati.. hehe ). Sebagai mahluk sosial, tentu saja terjadi saling berinteraksi, dalam berinteraksi itu kemudian terjadi komunikasi. Untuk itu, Tuhan telah melengkapi manusia dengan “aplikasi” bahasa, sebagai alat untuk berkomunikasi. Bayangkan, jika Tuhan ‘lupa’ tidak memasukkan “apikasi” yang disebut bahasa, maka manusia akan seperti “hp tanpa SIM card”, mau komunikasi bagaimana? paling hanya bisa dipakai buat lihat gambar.. haha. Jadi, bahasa adalah ‘perangkat’ komunikasi yang paling primitif, atau paling dasar, yang sudah inherent dalam setiap diri manusia. Bahasa dalam bentuk awal adalah bahasa verbal, atau bahasa lisan dan bahasa isyarat ( gesture ), di mana, antar manusia saling berhadapan dan bicara dengan lisannya, atau memberikan gerak tubuh sebagai bahasa isyarat pada lawan bicaranya. Jadi, mohon maaf, kalau sampai hari ini masih ada yang ‘gapah’ ( gagal paham ) dan, gaptek dalam hal penggunaan perangkat komunkasi, berarti bisa dibilang masih primitif dong..hehe

Bahasa, pada perkembangannya kemudian, seiring dengan perkembangan peradaban manusia, karena Tuhan juga tidak lupa menyematkan OS ( Operating System ) yang SUPER CANGGIH, dalam setiap manusia, yaitu OTAK, maka manusia mulai mengenal bahasa tulis / textual. Kenapa muncul bahasa tulis / textual? Karena sifat manusia yang dinamis, suka berpindah-pindah tempat, maka terjadi penyebaran manusia di muka bumi ini. Nah, karena kendala perbedaan tempat dan waktu inilah, kemudian manusia mencari cara, agar tetap bisa berkomunikasi antara satu dengan yang lain, maka muncullah bahasa tulis / textual, yang mungkin masih sangat sederhana. Dan mulai dikenalnya bahasa tulis / textual ini, bisa dibilang babak baru peradaban manusia dimulai. Manuskrip-manuskrip kuno, gambar-gambar simbol dalam gua-gua kuno, adalah upaya manusia pada masa itu, untuk mencoba berkomunikasi dengan manusia lain, dari generasi sesudahnya. Dengan dikenalnya bahasa tulis / textual ini, manusia mulai mengembangkan budaya baru, yaitu saling berkirim surat. Saya ingat waktu kecil, ketika masih duduk di bangku SD, saya paling suka nonton film western atau cowboy di TVRI, satu-satunya stasion Tv pada waktu itu, kita pasti bisa melihat Salon & Bar, Sheriff, Bank, dan Post Office, dalam setiap film cowboy / western. Dan ada satu produk Pos yang paling menjadi favorit saya, ketika masih kuliah, yup… WESSEL POS.. haha. Jadi bentuk perkembangan awal dari bahasa tulis / textual adalah SURAT, yang dikirimkan melalui berbagai macam cara, seperti lewat pos, botol yang dilempar ke laut, atau menggunakan jasa burung merpati pos, seperti yang dilakukan pasangan Romeo & Juliet.

Di sisi lain, bahasa verbal / lisanpun mencapai perkembangannya setelah perangkat telephone pertama kali ditemukan oleh Alexander Graham Bell ( 1876 ) di Amerka Serikat.(1). Dengan perangkat telephone, manusia bisa berbicara dengan lawan bicaranya, tanpa terkendala lagi oleh tempat dan waktu. Perangkat telephone konvensional dengan kabel ini, kemudian berkembang, setelah seorang tehnisi / karyawan Motorolla yang bernama Martin Cooper ( April 1973 ), mencetuskan dan mereaisasikan idenya, tentang sebuah perangkat telephone berbentuk kecil, tanpa kabel, sehingga bisa dibawa kemana-mana oleh pemakainya(2). Perangkat telephone seluler ini, yang saat ini lebih dikenal sebagai Handphone,  terus mengalami perkembangan, dengan peningkatan-peningkatan tehnologi yang diterapkan. Dan perkembangan perangkat handphone ini semakin pesat, setalah pada tanggal 29 Oktober 1969, Leonard Kleinrock untuk pertama kali menemukan mahluk yang disebut Internet.  Dengan ditemukannya internet, maka manusia terus melakukan pengembangan-pengembangan iptek, maka kemudian banyak tercipta aplikasi-aplikasi dan software-software yang berbasis internet, yang kemudian juga dipakai dalam perangkat handphone masa kini, sehingga handphone kemudian berkembang menjadi Smartphone, jadi generasi sebelum Smartphone bisa disebut Stupidphone..? Haha..

Penemuan internet pertama kali, sebenarnya didahului penemuan Komputer yang pertama kali oleh seorang scientist Matematika, Charles Babbage, yang pada tahun 1937 tulisannya menjadi perhatian besar seorang ilmuwan lulusan Harvard, Howard H Aiken, yang kemudian bekerja sama dengan IBM, mengembangkan komputer multifungsi yang pertama kali, Mark I (3). Penemuan komputer dan internet inilah kemudian yang membawa dampak positif yang sangat besar, surat sebagai perangkat komunikasi tulis / textual mengalami “revolusi”, kita bisa mengirim surat ke mana saja di seluruh belahan bumi ini, tanpa harus beranjak dari tempat duduk kita. “Surel” ( surat elektronik ) atau kita mungkin lebih terbiasa dengan “Email” telah menggantikan posisi surat konvensional.

Penggunaan Email atau Surel yang semakin luas, Handphone atau Smartphone yang sekarang bukan lagi barang mewah, ternyata juga mampu merubah perilaku manusia. Pada satu sisi, perangkat-perangkat tersebut mampu mendekatkan yang jauh, karena dengan email maupun handphone kita bisa berkomunikasi dengan sesama, tanpa batas ruang dan waktu. Tapi di sisi lain, perangkat-perangkat canggih tersebut juga mampu menjauhkan yang dekat, tidak percaya? Coba sejenak kita amati perilaku orang-orang yang berada di tempat-tempat umum, seperti stasiun kereta api, terminal bus, bandara, mall, banyak orang duduk saling berdekatan, bahkan bersebelahan sangat dekat, tapi tidak saling berkomunikasi, KENAPA? karena mereka sibuk dengan handphonenya masing-masing, jadi yang dekatpun serasa jauh…

 

Standard