Catatan Kecil Untuk Anak-anakku

LBC-CLASSIC

Anak-anakku, maafkan papa

Perpisahan ini telah melukai hati kalian

Tanpa memberi kalian pilihan,

Menghancurkan kebahagiaan kalian

Karena sesuatu yang tidak pernah kalian lakukan

Hanya ego dan kebodohan kami, orang tua kalian

Maafkan papa…

Andaikan kalian tahu, penyesalan yang terus menghujam,

Atas semua yang terjadi, yg telah membuat kalian terluka

Andai tiap tetes air mata ini mampu bicara,

Betapa hancur hati ini, melihat kepolosan tatap mata kalian,

Papa sering termanggu memandangi potret kalian dengan perasaan hampa

Tiap detik, tiap waktu bayang2 kalian selalu hadir di pelupuk mata

Masih terus terdengar suara canda tawa kalian,

Terasa perih dan pedih di hati, saat papa sadari, kalian jauh di sana

Canda tawa anak-anak kecil di luar semakin membuat hati papa tersiksa

Karena teringat kalian, sedang apa kalian di sana…

Rumah ini terasa kosong dan dingin tanpa kalian,

Papa hanya bisa memandangi kamar kosong kalian, dengan kegetiran hati yang tak mampu papa ungkapkan, hanya tetes air mata yang terus membasah

Anak-anakku, saat ini kalian masih terlalu kecil untuk bisa memahami

Bahwa, sebenarnya tak satupun dari kami mengharapkan perpisahan ini,

Tapi ada batas dan beda yang teramat besar di hati kami,

Yang tak mampu kami taklukkan,

Yang menjadi jurang pemisah yang teramat dalam bagi hati kami untuk bersatu

Meski bertahun-tahun kami hidup bersama, kami telah mencoba untuk bertahan demi kalian, walau akhirnya kami harus menyerah, pahit memang…

Tapi ini kenyataan yang harus kami terima,

Mungkin seiring waktu kalian akan mampu memahaminya

Tapi percayalah anak-anakku, cinta dan kasih sayang papa pada kalian adalah abadi

Dan akan terus tumbuh subur di hati ini, sampai ajal menjemput

Papa hanya ingin minta satu hal dari kalian,

Ijinkan papa mengembalikan senyum dan tawa ceria di wajah kalian,

Meski tak lagi sempurna, beri papa kesempatan,

Karena hidup papa hanya untuk kebahagiaan kalian,

Papa akan selalu ada untuk kalian, jangan pernah kalian ragukan itu…

 


Jepara, 9 Desember 2015

Standard